Barcelona Catat Rekor Buruk Kebobolan di 11 Laga Liga Champions

Barcelona Catat Rekor Buruk Kebobolan di 11 Laga Liga Champions

Barcelona memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions setelah menang 4-1 atas FC Copenhagen. Namun, meski meraih kemenangan, penampilan Blaugrana tidak sepenuhnya memuaskan, terutama di lini pertahanan.

Pada babak pertama, Barcelona tampil kurang menggigit dan kebobolan gol dari pemain muda Copenhagen, Dadason. Meski performa membaik di babak kedua, Hansi Flick merasa kecewa dengan kebobolan yang terjadi di paruh pertama pertandingan.

Gol Dadason menandai tercatatnya rekor tak diinginkan dalam sejarah Barcelona. Ini adalah kali pertama dalam 11 pertandingan Liga Champions berturut-turut, Barcelona kebobolan, sebuah rekor buruk yang mencakup delapan laga di fase grup musim ini dan tiga laga knockout dari musim lalu.

Kebobolan dalam laga ini juga mengakhiri rekor clean sheet Barcelona yang bertahan hingga perempat final Liga Champions 2024/25. Setelah kemenangan 4-0 atas Dortmund di leg pertama, Barcelona kebobolan di leg kedua dan kebobolan enam gol dalam dua pertandingan semifinal melawan Inter.

Pada musim ini, pertahanan Barcelona terus menunjukkan kelemahan yang konsisten. Mereka kebobolan melawan setiap tim yang mereka hadapi, termasuk Newcastle, PSG, Olympiacos, Club Brugge, Chelsea, Eintracht Frankfurt, Slavia Praha, dan kini Copenhagen.

Dalam 11 pertandingan tersebut, Barcelona telah kebobolan 24 gol, dengan rata-rata 2,18 gol per pertandingan. Di fase grup Liga Champions, hanya Atletico Madrid (15 gol) yang kebobolan lebih banyak daripada Barcelona (14 gol) di antara 16 tim teratas.

Pelatih Hansi Flick menyadari bahwa Barcelona tidak bisa terus kebobolan seperti ini, terutama menjelang babak knockout. Tim harus memperbaiki pertahanan mereka untuk menghindari kegagalan besar seperti yang mereka alami musim lalu.

Posting Komentar untuk "Barcelona Catat Rekor Buruk Kebobolan di 11 Laga Liga Champions"