
Lamine Yamal mengaku tidak menutup kemungkinan bermain lebih ke tengah pada masa depan, mengikuti evolusi posisi yang pernah dijalani Lionel Messi sepanjang kariernya.
Dalam wawancara yang dikutip SPORT, bintang muda Barcelona itu juga membahas standar luar biasa yang masih ditunjukkan Messi hingga usia 40 tahun. Menurut Yamal, sangat sulit bagi pemain mana pun untuk mempertahankan level seperti itu dalam waktu yang begitu lama.
"Apakah saya melihat diri saya bermain sampai usia 40 tahun seperti Messi? Mustahil. Mungkin saya masih bermain, tetapi berada di level itu?" kata Yamal.
"Itu sangat, sangat sulit. Anda juga butuh keinginan besar untuk terus berjalan. Bagi saya, dia yang terbaik dan dia terus membuktikannya bahkan pada usia 40 tahun," lanjutnya.
Namun, bagian paling menarik dari wawancara tersebut muncul ketika Yamal berbicara soal posisi bermainnya.
Saat ini pemain berusia 18 tahun itu masih menjadi andalan Barcelona di sisi kanan serangan. Meski demikian, ia melihat dirinya akan bermain lebih sentral seiring bertambahnya usia dan pengalaman.
"Saya pikir Messi juga pernah dijaga tiga pemain saat berada di sayap. Satu-satunya tempat mereka tidak bisa benar-benar melakukan itu adalah area tengah karena ada lebih banyak ruang dan pergerakan," ujar Yamal.
"Seiring waktu, saya akan pindah ke sana karena di sayap lebih mudah bagi tim untuk bertahan dengan tiga pemain. Di tengah, itu jauh lebih sulit," tambahnya.
Yamal menilai dirinya bisa menjadi lebih berbahaya ketika menerima bola di area tengah dibanding saat bermain melebar di sisi lapangan.
"Saya masih bisa satu lawan satu di area tengah. Saya sebenarnya lebih menentukan ketika menerima bola dan berbalik di posisi tengah daripada ketika berada melebar," ucapnya.
"Namun, saat ini saya pikir yang terbaik untuk tim adalah saya bermain di sayap. Waktunya akan datang ketika saya lebih menentukan di tengah, dan pada akhirnya saya akan bermain di sana," katanya.
Untuk saat ini, peran Yamal di sisi kanan masih sangat penting bagi Barcelona. Kemampuannya menyerang ruang, menarik perhatian beberapa pemain lawan, dan menciptakan peluang dari sayap menjadi salah satu senjata utama tim.
Meski begitu, pernyataannya memberi gambaran menarik tentang masa depan sang pemain. Seiring perkembangan fisik dan pemahaman taktiknya, Barcelona bisa saja memindahkan Yamal lebih dekat ke jantung permainan dan area yang lebih dekat dengan gawang lawan.
Yamal juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi saat ditanya apakah ia pernah meragukan kemampuannya sendiri.
"Apakah saya pernah meragukan diri sendiri? Tidak. Saya sebenarnya melihat diri saya jauh lebih baik daripada orang melihat saya. Saya tahu jalan masih panjang dan masih banyak hal yang harus saya perbaiki," ujar Yamal.
"Saya tahu orang-orang berpikir ini adalah level akhir saya, tetapi semua kepercayaan diri yang saya miliki bisa digunakan dalam banyak hal. Saya akan mengatakannya lagi: jalan saya masih panjang, masih banyak yang harus berkembang, dan masih banyak sepak bola di depan saya. Saya baru berusia 18 tahun," tuturnya.
Tulis Komentar
Posting Komentar