
Jules Kounde bukan masuk daftar jual karena ia gagal memenuhi standar Barcelona. Justru karena nilainya masih tinggi, ia menjadi bagian dari pertanyaan yang lebih rumit: apakah Barca berani melepas stabilitas demi ruang finansial?
Di usia 27 tahun, dengan kontrak sampai 2030, Kounde masih punya reputasi sebagai salah satu bek yang paling bisa diandalkan saat berada di level terbaiknya. Masalahnya, Barcelona tidak lagi hidup di dunia lama, ketika keputusan pemain bisa diambil hanya dari sisi teknis.
Setiap kontrak, pembelian, dan penjualan kini selalu membawa hitungan kedua: uang. Barca memang mulai keluar dari tekanan besar, tetapi pengalaman masa lalu sudah cukup memberi peringatan. Salah kelola dua atau tiga musim saja bisa menyeret klub mundur bertahun-tahun.
Maka, dilema itu datang. Menjual Kounde saat nilainya masih bagus, atau mempertahankan pemain yang selama ini memberi keseimbangan penting dalam sistem?
Bukan Posisi Impian
Kounde datang dari Sevilla pada 2022 sebagai bek tengah. Barcelona melihatnya sebagai solusi jangka panjang di jantung pertahanan. Namun, kebutuhan skuad membawa cerita ke arah lain.
Ia digeser ke kanan. Awalnya hanya darurat, lalu berubah menjadi tugas tetap.
Kounde sempat ingin kembali ke posisi aslinya. Namun, ia pelan-pelan menerima peran itu dan menjalaninya dengan serius. Ia harus menjaga winger elite dalam duel satu lawan satu, menutup ruang saat transisi, membantu build-up, masuk ke tengah saat dibutuhkan, dan menjaga tim tetap seimbang ketika Barca menyerang dengan banyak pemain.
Pekerjaan itu tidak sederhana, tetapi Kounde membuatnya tampak normal.
Grafiknya di Barcelona terus naik sampai musim 2024/25. Baru pada 2025/26, ceritanya mulai berbeda. Dengan standar tinggi yang ia punya, musim itu terasa mengecewakan. Kounde tidak selalu nyaman menjaga sisi kanan dan beberapa kali kehilangan ritme.
Namun, satu musim buruk belum cukup untuk menghapus nilai yang sudah ia bangun.
Sisi Kanan Milik Lamine Yamal
Alasan terbesar mempertahankan Kounde tidak hanya soal Kounde. Ada Lamine Yamal di depannya.
Serangan Barcelona kini banyak hidup dari sisi kanan. Bola sering diarahkan ke Lamine, dan itu mengubah kebutuhan terhadap bek kanan. Barca tidak sekadar butuh pemain yang rajin overlap. Mereka butuh pemain yang tahu kapan harus naik, kapan harus menahan posisi, dan kapan harus menutup ruang.
Di situlah Kounde cocok.
Ia tidak memainkan bola secara rumit. Ia memberi Lamine ruang untuk menyerang, lalu siap menutup area ketika sisi itu terbuka. Relasi mereka sederhana, tetapi mahal: satu menciptakan kekacauan untuk lawan, satu lagi mencegah kekacauan di tim sendiri.
Melepas Kounde berarti membongkar ekosistem itu. Bisa saja hasilnya lebih baik. Namun, risikonya tidak kecil.
Godaan Uang Besar
Barcelona tetap punya alasan untuk mempertimbangkan penjualan. Kounde termasuk sedikit pemain yang bisa menghasilkan biaya transfer besar. Ia masih berada di usia emas, punya reputasi kuat, dan menarik minat klub-klub elite Eropa.
Bagi klub yang masih mencari kelonggaran finansial, itu jelas menggoda.
Di titik ini, Deco menghadapi pertanyaan yang sering menghantui direktur olahraga: lebih baik menjual pemain setahun terlalu cepat, atau setahun terlalu lambat?
Barcelona pernah terlalu lama mempertahankan pemain. Dalam kondisi sekarang, kesalahan seperti itu bisa mahal. Apalagi Kounde baru melewati musim buruk. Jika penurunan itu berlanjut, nilai pasarnya bisa jatuh.
Menjualnya sekarang akan terlihat seperti langkah berani dan proaktif. Namun, persoalannya, belum ada bukti kuat bahwa Kounde benar-benar memasuki fase menurun.
Beban bermainnya memang besar. Ia hampir selalu tampil untuk klub dan tim nasional. Dalam sistem Hansi Flick, ia juga diminta menutup area yang luas. Wajar jika kelelahan mulai menjadi alarm.
Tetapi alarm bukan berarti keputusan harus diambil tergesa-gesa.
Bertahan, tapi Jangan Buta
Debat soal Kounde pada akhirnya bukan hanya tentang menjual atau mempertahankan. Pertanyaan paling penting justru datang setelah itu: siapa penggantinya?
Bek kanan dengan profil seperti Kounde tidak mudah ditemukan. Kalaupun ada, harganya tidak murah. Flick memang bisa melirik nama dari La Masia seperti Xavi Espart dan Hector Fort, tetapi untuk saat ini keduanya lebih masuk akal sebagai pelapis, bukan starter otomatis.
Karena itu, menjual Kounde hanya masuk akal jika pasar memberi peluang yang benar-benar tepat.
Untuk sekarang, Barcelona lebih baik bertahan. Bukan bertahan secara buta, melainkan bertahan sambil tetap membaca tawaran yang datang.
Kounde bukan bek kanan sempurna. Ia juga mungkin tidak akan pernah benar-benar menjadi itu. Namun, dalam tim yang makin bertumpu pada para penyerang muda berbakat, stabilitas seperti miliknya tetap mahal.
Dan bagi Barcelona saat ini, menjaga sisi kanan tetap aman bisa lebih bernilai daripada sekadar mengejar puluhan juta euro.
Tulis Komentar
Posting Komentar